Legenda Lutung Kasarung di Batur Agung

Batur agung merupakan tempat Cagar Budaya yang ramai di kunjung saat bulan Maulid (Mulud dalam kalender Islam, Hijriyah), namun di hari-hari biasa tempat ini tidak terlalu ramai dikunjungi masyarakat. Seperti kita ketahui, Batur Agung merupakan tempat bersejarah yang berkaitan dengan legenda lutung kasarung dan menjadi tempat bertapa agar bisa mengelabui buruan para suruhan dari Adipati, tidak hanya masyarakat sekitar yang berkunjung ke Batur Agung tetapi banyak orang dari luar Purwokerto datang untuk berziarah dengan tujuan tertentu sesuai dengan keyakinan masing-masing.


Cerita Singkat Sejarah Legenda Lutung Kasarung
Cerita Kamandaka yang terkenal di telinga masyarakat Banyumas dimulai dengan menyamarnya Raden Banyak Cotro menjadi Raden Kamandaka yang ingin mempersunting Dewi Ciptoroso seorang putri dari Kerajaan Kadipaten Pasir Luhur atas dasar suruhan dari gurunya. Putri Dewi Ciptoroso memberikan syarat kepada Raden kamandaka untuk dapat mempersunting Sang putri, dengan syarat Raden Banyak Cotro harus melepas semua pakaian Kerajaan yang dikenakan dan menjadi rakyat biasa. 

Hal ini dilakukan dengan menyamar menjadi rakyat biasa oleh Raden Banyak Cotro dan mengganti namanya menjadi Raden Kamandaka, syarat lain yang harus di tempuh ialah menemui Putri Dewi Ciptoroso di taman kaputren pada malam hari, namun naas penyamaran Raden Kamandaka diketahui oleh pasukan Kadipaten PasirLuhur yang kemudian dilaporkan kepada Adipati, Raja sekaligus ayah dari Dewi Ciptoroso, Adipati marah besar dan memerintahkan pasukannya untuk memburu Raden Kamandaka.

Beruntung Raden Kamandaka dapat melarikan diri  dari kepungan pasukan dari Kadipaten Pasir Luhur, namun sayang sekali Raden Kamandaka dapat dilukai oleh Raden Silihwarni yang mengabdi pada Kerajaan Kadipaten Pasir Luhur, padahal Raden Silihwarni merupakan Raden Banyak Ngampar yang menyamar menjadi Raden Silihwarni demi mencari saudara nya dari Kerajaan Padjajaran yang telah lama meninggalkan Padjajaran. Singkat cerita Raden Kamandaka dan Raden Silihwarni saling membuka penyamarannya tersebut, dan betul saja Raden Kamandaka adalah orang yang dia cari selama ini. 

Untuk mendapatkan kepercayaan dari Adipati Raden Silihwarni membunuh seekor anjing dan mengambil darahnya sebagai bukti bahwa dia telah berhasil membunuh Raden Kamandaka, Raden Kamandaka sendiri pergi bertapa kedalam Goa yang bernama Batur Agung, dan meminta wahyu untuk mempersunting Dewi Ciptoroso, Setelah lama bertapa. Akhirnya Raden Kamandaka menerima suatu wahyu untuk dapat mempersunting Dewi Ciptoroso yaitu dengan mengenakan pakaian “Lutung” dan dipakailah pakaian tersebut yang membuat dirinya menjadi Lutung Kasarung. Berikut adalah singkat cerita dari Legenda Lutung Kasarung yang di ceritakan Oleh Ki Sobirin.

Perlu diketahui, Cagar Budaya Batur Agung terdapat batu-batuan yang berbentuk seperti : togog, baworm, Betara guru, loro jonggrang, rebana dan naraga yang mana anda dapat di temani Kuncen yang telah sejak lama menjadi juru kunci Batur Agung Ki sobirin. Alamat lengkap Cagar Budaya : Dusun Pondok Lakah, Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Purwokerto-Banyumas.

Kategori

Media Advertising

Ads, Kritik / Saran

Email : trendpwt@gmail.com

Cari

Copyright © Trend Purwokerto. All rights reserved. Template by @trendpwt